Saya terpanggil untuk mendapatkan sedikit maklumat tentang ESQ 165 ini yang dipelopori di Indonesia. Saya cuba menjelajah internet bagi mendapatkan maklumat tersebut. Mungkin rakan2 mempunyai maklumat yang lebih lanjut untuk berkongsi.
Kecerdasan Spiritual (SQ)
Adalah kemampuan untuk memahami makna (meaning) dan nilai (value) tertinggi kehidupan serta tujuan (vision) fundamental kehidupan. SQ menjawab pertanyaan paling mendasar :
”siapa saya?”,
”untuk apa saya dilahirkan?”, dan
”mau kemana saya?”.
SQ memiliki kemampuan untuk mengatur diri (self organizing) dan memberikan kemampuan bawaan untuk membedakan antara yang benar dan yang salah.
SQ adalah perekat yang menghubungkan semua manusia secara universal.
Kecerdasan Emosi (EQ)
Adalah kemampuan untuk memahami dan ikut merasakan apa yang dialami diri sendiri, orang lain dan kemampuan untuk membaca emosi orang lain atau situasi sosial tempat kita berada dan menanggapinya dengan tepat.
Singkatnya EQ adalah kemampuan kita merasa, disamping ketahanan mental.
Kecerdasan Intelektual (IQ)
Adalah kemampuan numerikal (berhitung), spasial (ruang), dan linguistik
(bahasa).
Kecerdasan Emosi dan Spiritual (ESQ)
Adalah cara kita menggunakan makna, nilai, tujuan, dan motivasi spiritual dalam proses berfikir kita (IQ) dan proses merasa kita (EQ) dalam membuat keputusan serta dalam berpikir atau melakukan sesuatu
The ESQ Way 165
Membangun kecerdasan emosi dan spiritual berdasarkan nilai-nilai 165 :
1. SQ dibangun berdasarkan 1 rukun Ihsan sebagai Core Value (Nilai Dasar).
2. EQ dibangun berdasarkan 6 rukun Iman sebagai landasan mental.
3. Dimensi fisik dibangun melalui esensi 5 rukun Islam sebagai langkah fisik.
4. 165 adalah simbol penyatuan Nilai Spiritual dan Landasan Negara.
LANDASAN PEMIKIRAN
--------------------------------------------------------------------------------
Berdasarkan hasil tinjauan jangka panjang yang sangat komprehensif tentang faktor-faktor penentu dalam menciptakan tenaga kerja cemerlang di organisasi, ternyata 20% ditentukan oleh IQ, dan 80% oleh EQ, atau Kecerdasan Emosional (Daniel Goleman, Executive Intelligence)
Contohnya, kemampuan dasar seperti kemahiran teknikal umumnya lebih mudah diajar, tetapi ketika mengajar tentang integriti, kreativiti, komitmen, konsistensi, dan persistensi (daya tahan), sincerity (ketulusan), visi dan kepimpinan, maka organisasi menghadapi masalah. Justeru sikap-sikap seperti inilah yang sangat diperlukan organisasi dalam menghadapi tugas dan tentangan. Banyak organisasi menghantar pemimpin dan para pekerjanya untuk mendapatkan kursus seperti yang banyak di tawarkan ketika ini, dengan harapan agar terjadi perubahan sikap sehingga hasilnya diharapkan mampu memacu organisasi kerja. Namun tampak nyata bahawa kursus yang dihadiri hanya untuk mendapatkan "angin energi baru", dan itu hanya berlangsung sesaat, kerena selepas itu para peserta kursus kembali kepada kebiasaan lama. Kesan yang paling umum adalah rasa percaya diri. Setidaknya untuk beberapa waktu saja. (Richad Boyatzis, Research in Organizational Change and Development IX, 1993)
Selain itu, terjadi pemisahan antara semangat bekerja di organisasi dengan semangat spiritual ketuhanan. Akhirnya terjadi sekularisme pada dua alam iaitu alam duniawi versus spiritual. Timbul kesan bahawa salah satu alam mampu melemahkan alam lainnya yang berdasarkan pada krisis nilai (makna) sehingga mulai timbul rasa bosan dan gelisah dalam menjalankan tugas. Bekerja seolah hanya untuk mencari wang, tanpa memahami makna besar dan mulia di sebalik tugas
PENYELESAIAN
--------------------------------------------------------------------------------
Setiap individu perlu mendapatkan suatu kursus dan pemahaman tentang kecerdasan emosi (EQ), dengan tujuan mencipta manusia yang memiliki karektor unggul melalui latihan.
Setiap Individu perlu mengetahui dan memahami bahwa kecerdasan spiritual mampu meningkatkan kemampuan EQ di samping SQ sehingga latihan berjalan sepanjang hidup.
Mensinergikan rasional duniawi (EQ) dengan semangat spiritual (SQ), sehingga terjadi suatu perpaduan yang hebat (ESQ®) untuk membangun karektor manusia yang paling sempurna.
Mampu memberi makna luhur terhadap pekerjaan dan tugas sehari-hari yang diperoleh dari kaedah ESQ sehingga individu akan merasakan makna kehidupan yang sangat indah ketika sedang bertugas atau menghadapi masalah yang berat sekalipun.
Meningkatkan kemampuan untuk mengangkat suara hati spiritual terdalam (unconscious mind) sehingga sumber kecerdasan spiritual yang terletak pada God Spot manusia terangkat ke permukaan.
Saya berharap ianya sedikit sebanyak membantu kita memahami maksud dan makna ESQ 165 ni. Terima kasih.