Wednesday, October 21, 2009

Etika Berbicara

MENGINGATKAN DIRI SENDIRI

Hendaknya pembicaraan selalu di dalam kebaikan. Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman yang ertinya:

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali bisik-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma`ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia”. (An-Nisa: 114).

Hendaknya pembicaran dengan suara yang dapat didengar, tidak terlalu keras dan tidak pula terlalu rendah, ungkapannya jelas dapat difahami oleh semua orang dan tidak dibuat-buat atau dipaksa-paksakan.

Jangan membicarakan sesuatu yang tidak berguna bagimu. Hadis Rasululloh Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menyatakan: “Termasuk kebaikan islamnya seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna”. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Janganlah kamu membicarakan semua apa yang kamu dengar. Abu Hurairah Radhiallaahu ‘anhu di dalam hadisnya menuturkan : Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: “Cukuplah menjadi suatu dosa bagi seseorang iaitu apabila ia membicarakan semua apa yang telah ia dengar”.(HR. Muslim)

Menghindari perdebatan dan saling membantah, sekalipun kamu berada di pihak yang benar dan menjauhi perkataan dusta sekalipun bergurau. Rasululloh Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Aku adalah penjamin sebuah istana di taman syurga bagi siapa saja yang menghindari pertikaian (perdebatan) sekalipun ia benar; dan (penjamin) istana di tengah-tengah syurga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta sekalipun bergurau”. (HR. Abu Daud dan dinilai hasan oleh Al-Albani).

Tenang dalam berbicara dan tidak tergesa-gesa. Aisyah Radhiallaahu ‘anha. telah menuturkan: “Sesungguhnya Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam apabila membicarakan suatu pembicaraan, sekiranya ada orang yang menghitungnya, nescaya ia dapat menghitungnya”. (Mutta-faq’alaih).

Menghindari perkataan keji. Rasululloh Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seorang mu’min itu pencela atau pengutuk atau keji pembicaraannya”. (HR. Al-Bukhari di dalam Al-Adab Mufrad, dan dishahihkan oleh Al-Albani).

Menghindari sikap memaksakan diri dan banyak bicara di dalam berbicara. Di dalam hadis Jabir Radhiallaahu ‘anhu disebutkan: “Dan sesungguhnya manusia yang paling aku benci dan yang paling jauh dariku di hari Kiamat kelak adalah orang yang banyak bicara, orang yang berpura-pura fasih dan orang-orang yang mutafaihiqun”. Para shahabat bertanya: Wahai Rasulllah, apa arti mutafaihiqun? Nabi menjawab: “Orang-orang yang sombong”. (HR. At-Turmudzi, dinilai hasan oleh Al-Albani).

Menghindari perbuatan menggunjing (ghibah) dan mengadu domba. Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya: “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain”.(Al-Hujurat: 12).

Mendengarkan pembicaraan orang lain dengan baik dan tidak memotongnya, juga tidak menampakkan bahawa kamu mengetahui apa yang dibicarakannya, tidak menganggap rendah pendapatnya atau mendustakannya.

Jangan memonopoli dalam berbicara, tetapi berikanlah kesempatan kepada orang lain untuk berbicara.

Menghindari perkataan kasar, keras dan ucapan yang menyakitkan perasaan dan tidak mencari-cari kesalahan pembicaraan orang lain dan kekeliruannya, kerana hal tersebut dapat mengundang kebencian, permusuhan dan pertentangan.

Menghindari sikap mengejek, memperolok-olok dan memandang rendah orang yang berbicara. Alloh Subhaanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokan kaum yang lain (kerana) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan), dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (kerana) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan). (Al-Hujurat: 11).

(Sumber: Kitab “Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari” By : Al-Qismu Al-Ilmi-Dar Al-Wathan)

Dipetik dari http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-berbicara/#more-11

7 komen:

faris,
aku setuju sgt dgn etika berbicara tu.... ianya sgt penting!!!

'terlajak perahu boleh diundur, terlajak bicara buruk padahnya'

'kata-kata lebih tajam daripada mata pedang'

'sebab pulut santan binasa sebab mulut badan binasa!'

Cop,
Sama-samalah kita saling ingat mengingati. Kadangkala bila dah terasa seronok, hingga terlupa tutur kata.

faris.. dlm banyak2 resort tu Laguna resort agak sesuai dgn kegurubesaran.Banyak tempat bila malam je ade open disco.bising lah sikit.Harga untuk pakej rm438/org.sebilik 2 org duduk.Pakej untuk 3 hari 2 malam.termasuk transport, rekreasi,makan. cume harga tahun depan akan dinaikkan lagi.tak tau berape.

perjalanan dari jeti merang setiu.kete kena parking sane.rm10 semalam.aktiviti di sini hanya main laut je. tak delah shopping ke..dsb. aku akan cuba dapatkan rate yg terkini nanti.

Jon,
Selain daripada tempat itu? Ada ke tempat lain? Kalau mahal sangat nnti tak ramai yang nak join. Yang penting seberapa ramai boleh join untuk mengeratkan silaturahim.

ris, aku tengok tempat2 kat sini semakin naik rege.mungkin disebabkan pelancong cina dari singapore pun semakin ramai.tambang feri pun rm40 sehala.mahal sgt.tempat yg murah sikit keadaan penyediaan makanan dan suasana tak berapa ok utk kita yg berumur.banyak sgt disko dan pakaian yg tak sedap mata kawan2 kita mandang.

aku akan terus tgk lagi.walau bagaimana pun kalau nak buat kt KL pun ok...